2 Virus Penyebab Diare yang Harus Diketahui

Ada banyak virus yang menjadi penyebab penyakit tertentu. Perlu diketahui juga bahwa penyebaran virus dapat terjadi dari berbagai perantara, seperti udara, benda mati, dan sebagainya. Dari berbagai jenis virus yang ada, terdapat beberapa jenis bakteri atau virus penyebab diare. 

Daftar Bakteri/Virus Penyebab Sakit Diare

Ada beberapa hal yang menyebabkan diare, salah satunya virus. Bahkan jenis virusnya juga terdiri dari dua macam, lho. Virus yang dapat menyebabkan diare adalah sebagai berikut:

Norovirus

Norona virus dapat menginfeksi seseorang jika tidak mencuci tangan setelah dari kamar mandi. Terlebih kamar mandi tersebut sebelumnya dipakai oleh seseorang yang sedang menderita virus ini. Maka hal itu bisa meningkatkan risiko seseorang terkena Norovirus.

Seperti yang dilansir dari sumber WebMD, Norovirus paling sering terjadi ketika musim dingin. Oleh sebab itu, Norovirus akan menyebabkan penderitanya mengalami mual, muntah, serta kram perut (sering juga disebut dengan winter vomiting bug).  

Perlu diketahui sebelumnya bahwa vaksinasi untuk Norovirus masih belum ditemukan hingga saat ini, dan masih dikembangkan oleh para ahli. Virus ini sendiri banyak menyerang orang dewasa. Adapun fakta dari Norovirus yaitu memiliki masa inkubasi 12 hingga 48 jam, dengan rata-rata 33 jam.

 

Rotavirus

Gejala seseorang terkena Rotavirus sebenarnya sama seperti Norovirus, yaitu berupa muntah dan diare. Virus ini pun sering menyerang seseorang di usia anak-anak. Infeksi Rotavirus untungnya bisa dicegah dengan vaksinasi rotavirus monovalent & pentavalen.

Kedua vaksin tersebut diberikan dengan cara bukan disuntikkan, namun diteteskan ke mulut bayi. Anda perlu tahu bahwa Rotavirus memiliki masa inkubasi Rotavirus adalah 2 hingga 3 hari, rata-ratanya yaitu 2 hari.

 

Bagaimana Pengobatan Norovirus dan Rotavirus?

Penanganan atau pengobatan pada Rotavirus maupun Norovirus sama, hal utama yaitu melalui cara rehidrasi/terapi cairan. Selain itu, Anda bisa melakukan:

  1. Anda dapat mengkonsumsi oralit untuk penanganan di rumah. Hal itu bertujuan untuk menggantikan cairan tubuh yang telah hilang.
  2. Menghindari makanan dengan tekstur keras berbumbu tajam. Selain itu, Anda juga perlu menghindari minuman berkafein, yang manis, atau beralkohol supaya diare tidak menjadi semakin parah.

Adapun cara mencegah kedua virus ini kurang lebih sama, misalnya seperti:

  • Mencuci tangan menggunakan air yang mengalir selama 20 detik.
  • Mencuci sayuran atau buah-buahan hingga bersih sebelum dikonsumsi.
  • Konsumsi makanan yang benar-benar matang.
  • Sebisa mungkin hindari berbagi atau bergantian dalam penggunaan alat makan dengan orang yang sakit.

Anda dapat mencegah penyebaran virus penyebab diare dimulai dari pengolahan bahan makanan dengan benar, serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal. Selain itu, menjaga kebersihan diri juga penting, misalnya dengan menggunakan sabun Medicare.